Tiga pria dituntut karena terlibat kasus hacking kartu kredit terbesar sepanjang sejarah. Lebih dari 130 juta nomor kartu debit dan kredit berhasil mereka hack.
Trio kriminal ini rupanya memang sudah lama malang melintang di dunia hacking kartu kredit. Albert Gonzalez, salah satu tersangka pelaku kriminal tersebut sebelumnya pernah pula mendekam dalam penjara dengan kasus yang sama.
Sementara dua tersangka lain asal Rusia yang tidak disebutkan namanya dikenai tuntutan berhubungan dengan pembobolan data milik lima perusahaan dari tahun 2006 hingga 2008.
Untung saja aksi mereka keburu dipergoki oleh penegak hukum. Jika tidak, kemungkinan besar mereka bisa meraup untung lebih banyak lagi. Kepolisian New Jersey yang menangani kasus ini mengatakan, mereka tengah mengincar dua perusahaan ternama lainnya.
Gonzales dan dan kedua orang Rusia yang teridentifikasi dengan nama “Hacker 1″ dan “Hacker 2″ memang mengincar perusahaan-perusahaan ternama dengan memindai daftar perusahaan yang termasuk dalam Fortune 500. Mereka kemudian membobol situs perusahaan yang menjadi target dan mencari jalan membobol nomor kartu debit dan kredit.
Kini ketiganya dituntut atas kasus kerjasama dalam mendapatkan akses komputer milik orang lain secara ilegal. Mereka pun dikenai pasal berlapis karena kerjasama yang mereka lakukan selain memasuki dan merusak komputer korban, mereka pun kemudian melakukan perampokan secara online.
Atas tuntutan itu, mereka harus menghadapi ancaman hukuman maksimal 35 tahun penjara dan denda dalam jumlah sangat besar. (Reuters/Okezone)
Seorang pria berkebangsaan Inggris yang menjadi orang yang dicari-cari di Amerika Serikat karena menerobos ke jaringan NASA dan Pentagon dalam sebuah aksi ‘hacking pada instalasi militeer terbesar dalam sejarah’ kalah dalam sidang banding. Artinya, ia akan segera diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menjalani persidangan.
Gary McKinnon, 43 tahun, telah berkutat selama tiga tahun terakhir dalam pengadilan untuk menghindari ekstradisi. Usahanya bahkan terus berlanjut sampai ke European Court of Human Rights. Tetapi tampaknya ia kehabisan pilihan setelah pengadilan tinggi Inggris tidak mengabulkan keinginannya untuk diadili di tanah airnya.
McKinnon, yang disebut oleh pengacaranya sebagai “penggila UFO” menggunakan internet untuk mencari kehidupan di luar angkasa. Ia dituduh telah menyebabkan gangguan terhadap seluruh jaringan angkatan darat Amerika Serikat di Washington yang terdiri dari 2 ribu lebih komputer selama 24 jam.
Ia ditangkap tahun 2002 setelah jaksa AS menuntutnya dengan tuduhan mengakses komputer secara ilegal termasuk sistem milik Pentagon dan NASA, serta menyebabkan kerugian senilai 700 ribu dolar AS. Ketika itu ia mengaku hanya seorang pengguna komputer yang ingin mengetahui apakah ada kehidupan lain selain di bumi dan menjadi terobsesi setelah menjelajah jaringan data militer untuk mencari bukti akan adanya sesuatu di luar angkasa.
Ia menggunakan komputer dengan modem dial-up 56Kbps di rumahnya di London tanpa menggunakan proteksi apapun tetapi berhasil menghindari setiap pengamanan yang digunakan oleh jaringan komputer militer AS. Sesuai undang-undang yang berlaku di Amerika Serikat, McKinnon bisa menghadapi hukuman sampai 70 tahun penjara.
Sejumlah media Inggris beserta teman dan keluarga telah menggalang kampanye untuk mencegah ekstradisi McKinnon. Dan keluarnya keputusan pengadilan tinggi di Inggris telah membuat Janis Sharp, ibu dari McKinnon kecewa. Meski begitu ia tetap tidak putus asa.
“Sangat disayangkan, dan mereka seharusnya malu,” ucapnya pada sejumlah reporter. “Menurut saya Obama mungkin tidak mengetahui hal ini karena banyak hal yang perlu ia perhatikan. Tetapi saya akan coba meminta kebijakan dari Obama. Permintaan ekstradisi ini berasal dari era presiden Bush, bukan Obama. Menurut saya Obama tidak menginginkan ini terjadi,” ucapnya. (Telegraph/Vivanews)
sumber: ketok.com
